Langsung ke konten
Semua artikel

3 menit baca

Iklan per produk, bukan per toko: ke mana anggaran seharusnya dialokasikan

Kampanye iklan untuk seluruh toko melaporkan satu angka total. Di baliknya, sebagian produk menghasilkan uang dari iklannya, sementara produk lain merugi di setiap pesanan. Berikut cara membagi anggaran per produk, dan apa yang perlu diperiksa setiap minggu.

Kampanye untuk seluruh toko dan kampanye otomatis mudah dimulai: Anda menetapkan anggaran dan Shopee memilih produk yang akan ditampilkan. Masalahnya ada pada laporannya. Laporan tersebut hanya memberikan satu total untuk biaya dan pesanan, dan total itu dapat tampak sehat meskipun iklan sebagian produk merugi di setiap pesanan yang dihasilkannya. Anda tidak dapat memperbaiki apa yang tidak terlihat, sehingga langkah pertama adalah melihat iklan per produk.

Laba bersih setelah iklan, per produk

Satu bulan iklan, per produk
ProdukBiaya iklanPesanan dari iklanLaba bersih setelah iklan
Produk ARp1.200.000150Rp2.550.000
Produk BRp900.00030−Rp360.000
Produk CRp400.00040Rp800.000
KetiganyaRp2.500.000220Rp2.990.000

Laba bersih setelah iklan adalah laba per pesanan setiap produk setelah biaya dan modal produk (A Rp25.000, B Rp18.000, C Rp30.000), dikalikan jumlah pesanan dari iklan, lalu dikurangi biaya iklannya.

Total toko menunjukkan bahwa biaya Rp2.500.000 menghasilkan 220 pesanan dan laba Rp2.990.000, yang terdengar baik. Jika dilihat per produk, B menghabiskan Rp900.000 untuk menghasilkan laba Rp540.000 sebelum iklan: setiap satu dari 30 pesanannya memakan biaya iklan Rp30.000, sedangkan labanya Rp18.000. C, dengan anggaran kecil, menyisakan Rp20.000 per pesanan setelah iklan. Memindahkan anggaran dari B ke C, sejauh stok dan volume pencarian C memungkinkan, serta memperbaiki listing atau harga B sebelum diiklankan lagi, adalah sumber laba bulan depan.

Total toko yang sehat dapat menyembunyikan produk yang iklannya merugi di setiap pesanan.

Ke mana anggaran seharusnya dialokasikan

  1. Hitung laba per pesanan setiap produk setelah biaya dan modal produk. Angka tersebut adalah batas maksimal biaya iklan untuk satu pesanan sebelum pesanan tersebut merugi.
  2. Alokasikan anggaran untuk produk yang masih memiliki ruang: margin yang sehat, stok yang cukup, dan listing yang sudah mampu mengubah pengunjung menjadi pesanan.
  3. Mulai dengan iklan produk pada kata kunci pencocokan spesifik (exact match) yang diambil dari judul, dengan bid rendah dan batas anggaran harian. Naikkan bid hanya pada kata kunci yang menghasilkan pesanan.
  4. Hentikan sementara kata kunci yang sudah menghabiskan laba dari dua pesanan tanpa menghasilkan pesanan sama sekali.

Pencocokan spesifik menjaga anggaran tetap tertuju pada pembeli yang mengetik produk yang Anda jual. Pencocokan luas (broad match) dan kampanye otomatis menemukan pencarian baru, yang memang berguna, tetapi juga menghabiskan biaya untuk pencarian yang tidak akan berujung pada pembelian. Batasi anggarannya, periksa setiap minggu kata kunci mana yang menghabiskan biaya, dan pindahkan kata kunci yang menghasilkan pesanan ke daftar pencocokan spesifik Anda.

Lalu tinjau setiap minggu, per produk: biaya iklan, pesanan dari iklan, dan laba bersih setelah biaya iklan. Produk yang tetap di atas nol dapat menerima anggaran lebih besar; produk yang turun di bawah nol mendapat bid lebih rendah, listing yang lebih baik, atau dihentikan sementara. Penjualan dari iklan saja tidak akan menunjukkan hal ini, karena sebuah produk dapat terjual dengan baik melalui iklannya dan tetap merugi di setiap penjualan tersebut.

Baca juga

Artikel lainnya dari blog kami.