Mengapa voucher dapat membuat Anda rugi: membaca margin setelah biaya
Voucher terlihat seperti potongan kecil dari harga. Di laporan penghasilan Anda, voucher adalah potongan besar dari margin. Berikut perhitungan yang perlu Anda lakukan sebelum kampanye berikutnya, dikerjakan langkah demi langkah.
Sebagian besar penjual menilai voucher dari jumlah pesanan yang dihasilkannya. Pertanyaan yang lebih tepat adalah berapa yang tersisa dari setiap pesanan tersebut setelah biaya Shopee, modal produk, dan voucher itu sendiri dibayar. Voucher diambil dari margin Anda, bukan dari harga Anda, dan margin jauh lebih kecil daripada harga. Potongan yang terdengar kecil jika dibandingkan dengan harga dapat menghabiskan separuh dari yang tersisa untuk Anda.
Mulai dari yang benar-benar tersisa untuk Anda
Ambil satu pesanan dan ikuti alur uangnya. Pembeli membayar harga dikurangi voucher. Shopee kemudian memotong biayanya sebagai persentase dari pesanan: biaya administrasi yang bergantung pada kategori, serta biaya layanan untuk program yang Anda ikuti, seperti gratis ongkir atau cashback. Sisanya digunakan untuk membayar produk, pengemasannya, dan iklan yang mendatangkan pembeli tersebut. Seller Centre menampilkan rincian ini untuk setiap pesanan di menu Penghasilan Saya, dan angka tersebut, bukan harga di listing, yang menjadi dasar perhitungan.
| Per pesanan | Tanpa voucher | Voucher Rp15.000 |
|---|---|---|
| Dibayar pembeli | Rp100.000 | Rp85.000 |
| Biaya Shopee 12% | −Rp12.000 | −Rp10.200 |
| Modal produk | −Rp60.000 | −Rp60.000 |
| Pengemasan | −Rp2.000 | −Rp2.000 |
| Yang tersisa untuk Anda | Rp26.000 | Rp12.800 |
Di sini biaya dihitung sebesar 12% dari yang dibayar pembeli; tarif Anda sendiri tercantum di laporan penghasilan Anda dan berubah sesuai kategori serta program yang Anda ikuti.
Voucher tersebut memotong 15% dari harga dan lebih dari separuh laba: Rp26.000 per pesanan menjadi Rp12.800. Agar total labanya sama, voucher tersebut harus kurang lebih menggandakan jumlah pesanan produk itu, karena 26.000 dibagi 12.800 hasilnya sedikit di atas dua. Jika voucher hanya menambah 30% pesanan, produk itu menghasilkan lebih sedikit daripada tanpa voucher, sementara laporan penjualan menunjukkan pertumbuhan. Pada produk yang menyisakan Rp45.000 per pesanan, voucher yang sama menyisakan Rp31.800 dan membutuhkan sekitar 42% pesanan tambahan agar impas. Karena itu, perhitungan ini dilakukan per produk, bukan untuk toko secara keseluruhan.
Voucher diambil dari margin Anda, bukan dari harga Anda.
Kapan voucher layak digunakan
- Minimum belanja di atas rata-rata nilai pesanan Anda, sehingga voucher menghasilkan keranjang belanja yang lebih besar, bukan memotong harga pesanan yang tetap akan Anda dapatkan.
- Produk baru yang membutuhkan penjualan dan ulasan pertamanya, dengan anggaran tetap dan tanggal berakhir.
- Stok lama yang lebih mahal untuk disimpan daripada dijual dengan margin yang lebih tipis.
- Voucher untuk pengikut atau pembeli sebelumnya, yang mendatangkan kembali orang-orang yang sudah memercayai toko Anda.
Apa pun tujuannya, tuliskan perhitungannya sebelum kampanye dimulai: margin per pesanan dengan voucher, tambahan pesanan yang dibutuhkan agar impas, dan tanggal Anda akan memeriksanya. Lakukan lagi ketika beberapa mekanisme promo digabungkan. Produk yang menyisakan Rp14.000 per pesanan hanya menyisakan Rp800 setelah voucher Rp15.000 yang sama, dan potongan kampanye tambahan apa pun akan membuatnya merugi. Penjualan tetap naik, sehingga tidak ada yang menyadarinya sampai laba bulan tersebut terlihat.